Bagaimana Hukum Pangkas Rambut dan Potong Kuku saat dalam Keadaan Junub
Bersuci tidak hanya urusan wanita saja. Pria juga memiliki masalah yang
sama. Pria yang masih dalam keadaan berjunub pada dasarnya belum bisa melakukan
hal-hal tertentu dalam Islam seperti salat. Maka, pria yang berjunub untuk
segera mandi wajib agar selalu mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah. Dalam
keadaan berjunub ada beberapa hal yang tidak dibenarkan termasuk membaca
al-Quran. Keraguan lain datang adalah mengenai pangkas rambut dan potong kuku
dalam keadaan berjunub. Apakah dibenarkan?
Pada masa Ibnu Taimiyyah, seorang pria pernah bertanya kepada Beliau perihal pangkas rambut dan
potong kuku saat berjunub.
“Jika orang yang junub memotong
rambut, kuku maka potongan-potongan tersebut akan dikembalikan kelak di
akherat. Dia akan dibangkitkan dengan membawa bagian tubuh yang masih junub
sebanyak potongan yang berkurang saat ia junub di dunia. Maka setiap rambut
(yang hilang saat junub) memiliki bagian junub di akhirat. Apakah keyakinan ini benar?”
Bagian tubuh manusia adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Pertanyaan
ini mendasari bahwa potongan rambut dan kuku adalah bagian yang belum suci jika
dipotong saat dalam keadaan junub. Keraguan ini wajar terjadi karena manusia
selalu mencari ridha Allah sehingga layak untuk mendapatkan pengetahuan atas
keraguan tersebut.
Ibnu Taimiyah memberi jawaban, “Terdapat hadits shahih
dari Nabi saw.,
diriwayatkan oleh Hudzaifah dan dari Abu Hurairah ra, tatkala Rasulullah menjelaskan tentang
seorang yang junub. Beliau mengatakan, “Jasad seorang mukmin tidaklah najis.”
Maka, penjelasan yang demikian apabila belum mendapatkan pencerahan yang
lebih menyakinkan maka mandilah terlebih dahulu baru kemudian pangkas rambut
dan potong kuku. Apabila ragu-ragu maka janganlah dekati hal ini dan lakukan
yang tidak membuat keraguan. Niscaya semua yang dilakukan akan diminta
pertanggung-jawaban kelak di hari akhir.
Islam sebenarnya tidak memberatkan umatnya namun kita sendiri yang
mencari-cari tahu lebih banyak. Bahkan, jika dikalkulasikan dengan angka, lebih
lama pangkas rambut maupun potong kuku dengan mandi wajib. Jadi, segenap
keraguan yang datang sebaiknya diluruskan kembali agar tidak merasa bersalah di
kemudian hari. Jika telah yakin bahwa semua potongan tersebut tidak minta
dibersihkan di hari akhir, maka jalankan sesuai dengan keinginan hati ini.
Namun, jika sebaliknya, maka mandilah terlebih dahulu agar merasa aman dalam
beribadah.